Kalimat “mencegah lebih baik dari pada mengobati”, kayaknya hanya tinggal kalimat yang tak bermakna lagi, seakan-akan kita sendiri menyuruh masyarakat untuk cari penyakit sambil memberikan obat penangkal padanya.
Dengan mengkampanyekan penggunaan kondom dan membagi-bagikan cuma-cuma kepada masyarakat kita, itu sama halnya menyuruh mereka untuk melakukan seks bebas di tempat-tempat prostitusi, kalau tidak ingin terkena HIV AIDS maka diharapkan untuk memakai kondomnya (sebenarnya saya tidak mau mesosialisasikan kondom, tapi ya mau gimana lagi demi membuat blog saya jadi lebih menarik).
Kondom bukan solusi untuk menekan penyebaran HIV AIDS, tapi kesadaran hati nurani masyarakat yang harus diketuk untuk menjauhi zina seraya tidak membuka jalan-jalan yang mudah ke perzinahan, tempat-tempat prostitusi harusnya tidak dilegalkan.
Tapi yang namanya aturan sekuler dan kapitalis tidak mengenal dosa dan aturan Tuhan, asalkan mendatangkan materi sebanyak-banyaknya maka hal itu perlu digalakkan.
Itulah sistem kita yang kita agung-agungkan sekarang ini. SEKULARISME DAN KAPITALISME. Kalau ingin melihat sampel dari majunya sekularisme dan kapitalisme lihatlah Eropa, Amerika, dan negara-negara penganut “mazhab” demokrasi sekuler yang kapitalis.
Disana itu betul-betul maju dan modern ( kata mereka yang hatinya sudah terasuki setan kebebasan ), semua serba boleh, silahkan berbuat apa saja asalkan tidak merugikan orang lain.
Kalau kita ingin seperti mereka, ayo galakkan sistem kapitalis, sekularisme, dan sembahlah demokrasi liberal, niscaya jalan kesana sangat mudah dan tidak butuh waktu lama untuk “RUSAK” seperti mereka.
Apa HIV dan AIDS itu?
HIV/AIDS pasti sudah tidak asing lagi di terdengar ditelinga kita, dan katanya udah banyak yang jadi korban dari penyakit ini. Lho kok bisa??? Apa sih HIV/AIDS itu sebenarmya??? dan kenapa sih banyak orang yang takut sama penyakit yang satu ini???

0 komentar:
Posting Komentar